Foto Berita
Berita
Credit: Foto Kunjungan Kerja Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) ke Balai Diklat Industri Padang

Sinergi Pusat dan Daerah, Kementerian P2MI dan Kemenperin Perkuat Pelatihan Industri di Sumbar

Selasa, 03 Juni 2025 • 07:41 WIB
380 Views

PADANG — Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Abdul Kadir Karding, melakukan kunjungan kerja dalam rangka memperkuat sinergi peningkatan kualitas SDM industri serta kesiapan tenaga kerja untuk pasar global ke Balai Diklat Industri (BDI) Padang dan Politeknik ATI Padang, Senin (2/6).

Hadir dalam kunjungan ini, Menteri P2MI, Abdul Kadir Karding; Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasco Ruseimy; serta Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian, Masrokhan.

Menteri P2MI Abdul Kadir Karding menekankan keberhasilan penempatan PMI tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga pada kesiapan institusi pendidikan dalam mencetak lulusan yang kompeten dan siap kerja di luar negeri. Ia mendorong integrasi kurikulum pelatihan industri dengan kebutuhan pasar global, sekaligus menyiapkan tenaga kerja yang kompeten dan terlindungi secara hukum dan sosial.

“Kita tidak bisa melepas PMI tanpa pelatihan dan keahlian. Pendidikan vokasi seperti yang dilakukan di Balai Diklat Industri dan Politeknik ATI Padang sangat strategis,” papar Abdul Karding.

Senada dengan tersebut, Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasco Ruseimy menyampaikan dukungan penuh Pemerintah Provinsi terhadap pengembangan SDM industri, terutama melalui peningkatan fasilitas pelatihan dan pendidikan vokasi. Ia berharap lembaga-lembaga seperti BDI Padang dapat menjadi motor penggerak transformasi ekonomi daerah.

"Sumatera Barat punya potensi besar dalam mencetak tenaga kerja yang siap bersaing di luar negeri, dan kami sangat mendukung upaya kolaborasi BP2MI dengan Kementerian Perindustrian dalam pelatihan dan perlindungan TKI," ujar Vasco.

Sementara itu, Kepala BPSDMI, Masrokhan menjelaskan bahwa BPSDMI tengah membangun ekosistem pendidikan vokasi industri berbasis kebutuhan dunia kerja, termasuk penyiapan kurikulum, pelatihan bahasa, dan sertifikasi internasional bagi calon tenaga kerja.

“Kami terus mendorong sinergi antara lembaga pendidikan vokasi dengan badan penempatan tenaga kerja migran. Tujuannya agar lulusan kita tidak hanya terserap industri lokal, tetapi juga punya peluang kerja di luar negeri,” ujar Masrokhan.

Kepala BDI Padang, Hermawan Setyadhi menyampaikan sambutan hangat atas kehadiran ketiga tokoh tersebut. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas lembaga untuk mempersiapkan lulusan pelatihan industri agar mampu bersaing di dunia kerja, baik dalam negeri maupun luar negeri.

“Kunjungan ini menjadi semangat baru bagi kami di BDI Padang untuk terus meningkatkan kualitas pelatihan dan link and match dengan dunia industri,” kata Hermawan.

Kunjungan ini ditutup dengan peninjauan fasilitas pelatihan di lingkungan BDI Padang. (PPID-BDIP)

Berikan Masukan